Banyuasin Fokus Percepatan Tanam dan Pencegahan Alih Fungsi Lahan
Banyuasin, 10 September 2025 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Surat Edaran Bupati Banyuasin terkait percepatan tanam dan larangan alih fungsi lahan. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan DPRD, camat, kepala desa, dinas terkait, hingga kelompok tani.
Camat Air Salek Mulyadi menyoroti kondisi wilayahnya yang merupakan salah satu sentra produksi gabah di Banyuasin. “Air Salek saat ini menjadi penyumbang gabah terbesar kedua di kabupaten, namun masih menghadapi kendala saluran air dan infrastruktur jalan. Normalisasi empat jalur utama serta perbaikan tanggul menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Mulyadi.
Kepala BRMP Pascapanen Zainal Abidin, menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan pangan. “Negara ada jika pangan ada. Untuk itu kita harus melakukan percepatan tanam di September agar bisa panen pada Desember. Sumsel punya potensi besar meningkatkan indeks pertanaman, dukungan alsintan dan benih genjah menjadi kunci,” ungkap Zainal.
Sementara itu, DPRD Banyuasin menegaskan perannya dalam pengawasan UU Nomor 6 tentang alih fungsi lahan. “Target produksi gabah kita 1,4 juta ton. Saat ini baru mencapai 1,2 juta ton. Dengan optimasi lahan dan program Serasi, indeks pertanaman bisa meningkat signifikan,” ujar perwakilan DPRD.
Sejumlah kelompok tani dari Air Solok Batu, Saleh Mukti, Srimulyo, dan Damar Wulan turut menyampaikan aspirasi terkait pupuk subsidi, keterbatasan alsintan, hingga solusi banjir dan pemasaran hasil panen.
Menanggapi hal tersebut, Zainal menegaskan perlunya pemetaan prioritas tanggul, sosialisasi larangan alih fungsi lahan, serta pembentukan perbenihan mandiri. DPRD Banyuasin juga menambahkan komitmen untuk menindak praktik alih fungsi lahan yang melanggar aturan.
Sebagai tindak lanjut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Air Salek menargetkan percepatan tanam seluas 2.419 hektare di tujuh desa, yakni Damarwulan, Srikaton, Sidoharjo, Bintaran, Saleh Agung, Saleh Mukti, dan Upang Marga.
Dengan sinergi lintas lembaga ini, Banyuasin menegaskan komitmennya menjadi lumbung pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.